Data Science & Machine Learning
Exploratory data analysis, data cleaning, feature engineering, regression, classification, clustering, dan forecasting.
Halo, saya
Data Scientist dan AI Researcher dengan latar belakang Magister Sains Data dan Kecerdasan Buatan serta pengalaman profesional dalam pengelolaan sistem informasi rumah sakit. Berfokus pada machine learning, deep learning, computer vision, dan predictive analytics untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Tentang Saya
Data Scientist dan AI Researcher dengan latar belakang Magister Sains Data dan Kecerdasan Buatan serta pengalaman profesional dalam pengelolaan sistem informasi rumah sakit. Memiliki keahlian dalam pengolahan data, machine learning, deep learning, computer vision, predictive analytics, dan pengembangan model deteksi objek.
Berpengalaman mengembangkan sistem otomasi inventaris farmasi berbasis YOLO dan Convolutional Neural Network, mulai dari akuisisi data, anotasi citra, preprocessing, augmentasi, pelatihan model, evaluasi performa, hingga perancangan integrasi hasil deteksi ke dalam database dan dashboard. Memiliki kemampuan menghubungkan solusi berbasis data dengan kebutuhan operasional dan pengambilan keputusan organisasi.
Keahlian
Exploratory data analysis, data cleaning, feature engineering, regression, classification, clustering, dan forecasting.
Pengembangan model deep learning dan object detection untuk otomasi proses berbasis citra.
Pengelolaan SIMRS, infrastruktur jaringan, backup berkala, serta keamanan dan integritas data rumah sakit.
Analisis dan pelaporan data operasional menggunakan tools industri standar, didukung tooling pengembangan berbasis Python.
Proyek Data Science Unggulan
Model deteksi objek YOLO11 untuk mengidentifikasi dan menghitung produk farmasi di lingkungan Rumah Sakit Gigi dan Mulut USU, lengkap dengan integrasi ke database dan dashboard.
Visualisasi Hasil Penelitian
Seluruh angka bersumber dari Tabel 1–6 jurnal “Pengembangan Otomasi Inventaris Farmasi RSGM dengan YOLO11s-CNN”.
mAP@0.5:0.95 naik dari 0,7976 pada epoch pertama menjadi 0,8828 pada epoch ke-80 — kualitas lokalisasi terus membaik setelah kemampuan deteksi dasar tercapai.
Nilai epoch 1 dan epoch 80 sesuai laporan penelitian; lintasan antar-epoch dihaluskan untuk memperlihatkan pola konvergensi.
Titik kerja agregat terbaik berada pada confidence 0,653 dengan F1 sekitar 0,99.
Rentang 0,60–0,70 disarankan sebagai ambang operasional awal: naikkan untuk menghindari overcount, turunkan bila objek terlewat lebih berisiko.
Model mempertahankan performa pada 384 citra uji yang tidak dipakai saat pelatihan maupun pemilihan bobot.
mAP@0.5:0.95 justru naik dari 88,28% (validasi) ke 90,03% (uji) — indikasi generalisasi yang stabil.
Jarak antara kedua titik menunjukkan selisih kualitas lokalisasi ketika ambang IoU diperketat dari 0,5 ke 0,5:0,95.
E-Flex Blue 057 memiliki AP@0.5 terendah (0,972) karena berbentuk blister tipis memanjang dengan teks rapat, sehingga sensitif terhadap orientasi dan pantulan.
Enam arsitektur diuji pada dataset dan pembagian data yang sama. YOLO11s mencapai mAP@0.5:0.95 nyaris tertinggi dengan bobot paling ringan.
Faster R-CNN unggul tipis pada mAP@0.5 uji (0,993), tetapi bobotnya 315,14 MB dan inferensinya 55,59 ms/citra — sekitar sepuluh kali lebih lambat dari YOLO11s (±5,4 ms/citra).
Cincin luar menunjukkan pembagian citra, cincin dalam menunjukkan pembagian anotasi bounding box.
Pembagian dilakukan pada level citra agar tidak ada objek yang sama muncul di dua subset sekaligus.
Otomasi Inventaris Farmasi — YOLO11s, 80 epoch, dibandingkan dengan Faster R-CNN
Instrumen analitik kebijakan yang menghubungkan proyeksi penduduk, struktur umur, dan skenario kelahiran dengan kebutuhan sekolah, Puskesmas, dan prioritas kesehatan di 33 kabupaten/kota Sumatera Utara.
Visualisasi Peta Jalan
Seluruh angka bersumber dari Lampiran A–E dokumen “Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Sumatera Utara 2026–2031”.
Penduduk Sumatera Utara bertambah sekitar 1,15 juta jiwa dalam lima tahun, dari 15.978.639 menjadi 17.129.870 jiwa.
Lintasan provinsi dihitung sebagai penjumlahan lintasan CAGR 33 kabupaten/kota pada Lampiran A; titik 2026 dan 2031 identik dengan angka dokumen.
Kelompok 60+ tumbuh paling cepat, sementara jumlah anak relatif stabil.
Penduduk 60+ naik dari 1.699.292 menjadi 2.197.126 jiwa. Nilai 2026 untuk tiga kelompok lain dihitung balik dari laju pertumbuhan yang dilaporkan.
Indeks 2027 = 100. Penduduk terus naik, sementara kelahiran tahunan praktis mendatar.
Skenario dasar: 291.949 kelahiran (2027) menjadi 292.405 kelahiran (2031) seiring CBR provinsi yang menurun ke 17,07 per 1.000 penduduk.
Pertumbuhan tidak tersebar merata — dua belas wilayah tertinggi dan tiga terendah dari 33 kabupaten/kota.
Nias Selatan (+18,2%) dan Simalungun (+17,1%) tumbuh paling cepat, sedangkan Deli Serdang diproyeksikan menyusut 2,9% — sinyal bahwa lokasi prioritas harus ditentukan per wilayah, bukan rata-rata provinsi.
Sepuluh kabupaten/kota dengan kebutuhan tambahan satuan pendidikan indikatif terbesar sampai 2031.
Total provinsi 919 tambahan bruto (perubahan bersih 671). Angka ini bersifat indikatif: pilihan dapat berupa rehabilitasi, penambahan ruang dan guru, zonasi, atau transportasi — bukan otomatis gedung baru.
Skor penyaringan menggabungkan penduduk usia 0–19 (25%), kelahiran (35%), dan prevalensi stunting (40%). Ukuran lingkaran mewakili tambahan cakupan Puskesmas.
Cakupan bergerak dari 620 menjadi 702 desa/kelurahan (+82) — angka ini mengukur desa/kelurahan yang memiliki akses Puskesmas, bukan jumlah unit gedung. Sebanyak 13 wilayah tanpa nilai SSGI kabupaten/kota memakai imputasi provinsi 18,9%.
Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Sumatera Utara — model 5 tahap berbasis Python, diperbarui tahunan
Pengalaman
Mengelola, memelihara, dan mengembangkan sistem informasi serta aplikasi yang digunakan di lingkungan RSGM USU, termasuk implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, infrastruktur jaringan, dan layanan dukungan teknis. Menjaga keamanan, ketersediaan, dan kerahasiaan data organisasi, melaksanakan pencadangan data secara berkala, serta mengolah data operasional untuk mendukung pelaporan dan pengambilan keputusan manajemen.
Mendukung operasional teknologi informasi dan hubungan masyarakat (HUMAS) di lingkungan RSGM USU, termasuk pengelolaan informasi digital, dokumentasi, dan komunikasi kelembagaan.
Memberikan dukungan teknis TI bagi Fakultas Kedokteran Gigi USU, meliputi pemeliharaan perangkat, jaringan, dan penyelesaian masalah operasional sehari-hari.
Pendidikan & Publikasi
Universitas Sumatera Utara
Tesis: “Pengembangan Otomasi Inventaris Farmasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut dengan Metode Convolutional Neural Network”
Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB)
S. Salmiah dan K. Abdi, “Pengembangan Otomasi Inventaris Farmasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Berbasis YOLO,” Jurnal Responsive — Teknik Informatika, 2025.
Mari Berkolaborasi
Saya terbuka untuk diskusi, penelitian, kolaborasi, dan pengembangan solusi digital.